Aku adalah wadah
dan kamu adalah air
Mengisi curam, jemari leleh
tampar dinding, memecah gusar
Aku adalah awan
dan kamu adalah hujan
Seketika tumpah, berbekas lebam
mengering layu, lunglai meredam
Aku adalah impuls
dan kamu adalah saraf
seketika sesak, menyempit na'as
menghentak tuas, mencerca satir
Aku adalah debu
dan kamu adalah kaca
Terbuang jentik, menghantam paru
berbekas kotor, sarkas meraja
Malang, 26 Oktober 2023
Khairil Ashran T
Komentar
Posting Komentar