Langsung ke konten utama

Postingan

Malam Gelap

Wahai malam gelap tak berangin Tak bisakah kau menghiburku sejenak? Sedetik saja tanpa memikirkan Selaksa buih makna yang tak terselak Wahai malam gelap tak bertuan Tak bisakah kau menuntunku sejenak? Sedetik saja tanpa merasakan Ribuan memori yang memberontak Wahai malam gelap tak berujung Tak bisakah kau menatapku sejenak? Sedetik saja tanpa menyinggung laksana darah terikat pikuk Wahai malam gelap tak beraroma Tak bisakah kau menciumku sejenak Sedetik saja tanpa mencerca bak singgasana menolak mengelak Malang, 27 Oktober 2023 Khairil Ashran T
Postingan terbaru

Gajah

Seseorang pernah bercerita tentang gajah sebuah harapan besar baginya sebuah keunikan sederhana bagiku Bagaimana tidak, diantara semua keunikan gajah, dia hanya ingin memiliki memori seperti gajah Benar adanya gajah memiliki memori kapasitas megah layak mesin tak kenal daya layak alam seluas semesta dan begitulah adanya Lebih dari hal sederhana tersebut, gajah pun pemecah masalah yang unik dengan daya kognitif yang hebat, dengan kecerdasan tinggi yang telak tanpa diragukan fisik, kehidupan sosial dan komunikasi gajah pun adalah sesuatu yang menarik Bagaimana tidak,  dengan sosok wanita sebagai pemimpin dengan sosok wanita sebagai berpengalaman mampu saling berkomunikasi suara, bahasa tubuh, maupun sentuhan dengan kawanan Apakah hanya itu? Tentu tidak, Empati loyalitas hingga mandi debu Sungguh, kekhasan hewan ini beragam tak terselak Malang, 27 Oktober 2023 Khairil Ashran T

E • D • A • N • E

Aku adalah wadah dan kamu adalah air Mengisi curam, jemari leleh tampar dinding, memecah gusar Aku adalah awan dan kamu adalah hujan Seketika tumpah, berbekas lebam mengering layu, lunglai meredam Aku adalah impuls dan kamu adalah saraf seketika sesak, menyempit na'as  menghentak tuas, mencerca satir Aku adalah debu dan kamu adalah kaca Terbuang jentik, menghantam paru berbekas kotor, sarkas meraja Malang, 26 Oktober 2023 Khairil Ashran T

Sensasi

Sst... tak sengaja mengalir lembut menembus palung, sederhana,  tapi sangat meraya terombang-ambing, kesana-kemari, dihempas gelombang, tergilitik jemari Sst... tidakkah kau terus mempertanyakan dalamnya laut? derasnya ombak? dan kerasnya karang? laut mati tanpa emosi katamu? sedangkan sensasi terus kau dapatkan? mempermainkan fantasi dan berseteru menikmati tanpa tau bermuara atau hanyut tenggelam Khairil Ashran T Malang, 28 Agustus 2023

Cermin Alami

Aku pernah bertanya pada semesta bertanya tentang dirinya dan sungguh dia asik menceritakannya Tetapi, hanya mampu diam dan bungkam saat aku bertanya tentang matahari Lalu, aku bertanya pada matahari bertanya tentang dirinya dan sungguh dia asik membesarkannya Tetapi, hanya mampu diam dan bungkam saat aku betanya tentang bulan Lalu, aku bertanya pada bulan bertanya tentang dirinya dan sungguh dia asik menertawakannya Tetapi, hanya mampu diam dan bungkam saat aku bertanya tentang bumi Lalu, aku bertanya pada bumi bertanya tentang dirinya dan sungguh dia asik mencecarnya Tetapi, hanya mampu diam dan bungkam saat aku bertanya tentang isinya Terakhir, aku bertanya pada aliran sungai bertanya tentang dirinya dan sungguh... sungguh dia tak mampu berkata satupun hanya mampu diam dan bungkam dan memintaku untuk hanya melihat padanya karena sesungguhnya Air telah mengenalkan kita pada diri kita telah memberikan cermin alami indah dan membalasnya sesuai apa yang kita berikan Khairil Ashran T Mal...

Terima Kasih

Terima kasih masa lalu terlalu banyak yang telah kau ajarkan padaku tentang tumpul, tajam, dan ketebalan belati tentang keluh, kesah, dan kekisruhan duniawi Apa daya tubuh tak senada akal Apa daya mental tak selaras hati Terlalu mudahnya mereka tuk mencecar kekal tanpa adanya kesadaran sejati Indahnya bumi dan langit telah berulang kau tampakkan begitupun, badai dan gemuruh petir yang mencekam Tipu daya manusiawi pun tak sanggup kucerna Merelakannya berjalan bak aliran sungai yang begitu dalam Aku hanya mampu menerima dan terdiam akan jebakan ataupun kejutan yang menanti Tak bisakah kau menegurku sesaat sebelum engkau menerkam? Agar akupun bersiap menerima segala yang segera dinanti Malang, 23 Maret 2023 Khairil Ashran T

Melankolia

Sinar sayu menyisakan bekas ruam menggerakkan jemari mencari lebam dalam kesendirian yang begitu sembab menikmati ruang tanpa adanya sebab Terus bersembunyi menyaksikan mata terikat hampa seperti tak bertuan Berharap layu bersama kesatiran Mengorek saraf yang tak kunjung tiba Mencoba menyulam kembali setiap luka Merapikan ingatan yang terus memaksa seakan berontak dan meronta tuk bersuara Melawan haru diam menggertak nalar Apa daya hati yang terus melemah menantikan kehadirannya agar berlabuh Seperti selongsong peluru pada senjata yang tak mengenal waktu tuk membunuh Selaksa rasa tak mampu lagi berkompromi Mengikis tulang, mencecar sendi Menikmati sakit, menghujam sendu Wahai melankolia ku yang tetap menyepi Malang - Roeng Tamoe Rabu, 15 Maret 2023