Sinar sayu menyisakan bekas ruam
menggerakkan jemari mencari lebam
dalam kesendirian yang begitu sembab
menikmati ruang tanpa adanya sebab
Terus bersembunyi menyaksikan mata
terikat hampa seperti tak bertuan
Berharap layu bersama kesatiran
Mengorek saraf yang tak kunjung tiba
Mencoba menyulam kembali setiap luka
Merapikan ingatan yang terus memaksa
seakan berontak dan meronta tuk bersuara
Melawan haru diam menggertak nalar
Apa daya hati yang terus melemah
menantikan kehadirannya agar berlabuh
Seperti selongsong peluru pada senjata
yang tak mengenal waktu tuk membunuh
Selaksa rasa tak mampu lagi berkompromi
Mengikis tulang, mencecar sendi
Menikmati sakit, menghujam sendu
Wahai melankolia ku yang tetap menyepi
Malang - Roeng Tamoe
Rabu, 15 Maret 2023
Komentar
Posting Komentar