Hari ini...
Aku merangkak jauh tuk pergi,
bukan pergi tuk meninggalkan,
tapi untuk menenangkan...
Pikiran dan hati yang gelap ini...
Sama sepertimu,
wahai awan hitam yang mencekam...
Kau hadiahkan aku dengan jutaan air di sepanjang jalan,
hempasan angin yang berdesis,
hingga petir yang terus menggema...
Tak hentinya saraf ku mengingatnya...
mengingat dia yang merasa gundah,
dan bergelut dengan perasaan yang kacau...
Hingga detik waktu yang terabaikan,
dan awanpun terlihat muak tuk menangis lagi...
Kulampiaskan para emosi di sekumpulan kata ini...
mengharapkan dapat memudarkan mereka,
bukan tuk membuatnya meraum..
karena di dalam tulisan ini..
bukan hanya sebuah kata-kata semata..
tetapi berbagai impuls yang telah membaur...
Surabaya, 17 November 2017
"Awan hitam nan gelap.. Meratapi hari dengan tangisannya...
Engkau disana tlah terlelap... tetapi, aku disini tetap terjaga..."
Khairil Ashran Triana
Aku merangkak jauh tuk pergi,
bukan pergi tuk meninggalkan,
tapi untuk menenangkan...
Pikiran dan hati yang gelap ini...
Sama sepertimu,
wahai awan hitam yang mencekam...
Kau hadiahkan aku dengan jutaan air di sepanjang jalan,
hempasan angin yang berdesis,
hingga petir yang terus menggema...
Tak hentinya saraf ku mengingatnya...
mengingat dia yang merasa gundah,
dan bergelut dengan perasaan yang kacau...
Hingga detik waktu yang terabaikan,
dan awanpun terlihat muak tuk menangis lagi...
Kulampiaskan para emosi di sekumpulan kata ini...
mengharapkan dapat memudarkan mereka,
bukan tuk membuatnya meraum..
karena di dalam tulisan ini..
bukan hanya sebuah kata-kata semata..
tetapi berbagai impuls yang telah membaur...
Surabaya, 17 November 2017
"Awan hitam nan gelap.. Meratapi hari dengan tangisannya...
Engkau disana tlah terlelap... tetapi, aku disini tetap terjaga..."
Khairil Ashran Triana
Komentar
Posting Komentar