Malam indah diselimuti cahaya kunang-kunang
yang menampakkan detail alam,
yang menghiasi gelap bulan
Ditemani kepakan sayap variatif para kupu-kupu
yang tak henti bermain,
yang tak henti tuk menggambarkan sebuah senyuman
Mereka bahagia,
mereka sungguh menikmati suasana yang ada
Tapi, apa semua benar adanya?
apa benar mereka sebahagia seperti apa yang mereka tampakkan?
atau ada sesuatu yang sedang mereka campakkan?
yaa, ternyata, mereka tak sadar,
mereka tak sadar purnama telah merangkak,
sedikit.. demi sedikit..
dan dia adalah mutlak
Mutlak tuk muncul,
Mutlak tuk mencekam,
dan mutlak tuk mengacuhkan molekul
bak mentari yang kelak akan terbelah dan padam
Seketika, terdengar suara raungan di balik hutan
membuat kerlap kerlip kunang tergantikan dentingan jarum jam
dentingan jarum jam yang seakan menusuk,
dalam, dalam, hingga semakin mendalam
Dentingan jam yang entah asalnya darimana
dan raungan yang didefinisikan mitos
mengacaukan segala suasana
suasana indah yang tak lagi pulas
Hingga tak ada yang menyadari bahwa
Purnama dan raungan itu adalah satu
Satu karena cinta
satu karena merindu
Walaupun tampak suatu keadaan terbelut kelam
Tetapi hal itu adalah suatu yang menyakitkan
Menyakitkan karena rindu yang dalam
Raungan yang menyatakan rindu pada purnama
Raungan yang telah menunggu lama pada purnama
Raungan yang menyatakan cerita cinta tentang purnama dan serigala
at Makassar Coffee House
- Khairil Ashran T
Komentar
Posting Komentar